TUGAS KMB III
REUMATOID ARTRITIS

OLEH : KELOMPOK
III
1. CINTYA P. RIWU
2. CINTYA W J. THINE
3. DELSY F D. DETHAN
4. EMILYA S.KELLEN
5. INGGIT . ALNABE
6. IVANSIUS .TENGA
7. KRISTRISON . KAELUSU
8. LINDA P.Chr NUBAN
9. MARIANCE . DJOLAWANG
10. NUANTI M.TALOIM
11. SARISMA N. WABANG
12. THERESIA N. MBATU
13. VERRA . MUTISANNY
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN NUSANTARA
KUPANG
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ...................................................................................................i
BAB 1.
PENDAHULUAN..............................................................................................ii
A.LATAR BELAKANG
....................................................................................1
B.TUJUAN
..........................................................................................................2
BAB II.ISI
A.DEFENISI
.......................................................................................................3
B.ETIOLOGI
......................................................................................................4
C.TANDA DAN GEJALA
..................................................................................4
D.PATOFISIOLOGI
...........................................................................................4
E.PEMERIKSAAN PENUNJANG /DIAGNOSTIK
........................................5
F.PENATALAKSANAAN ..................................................................................5
G.KOMPLIKASI
.................................................................................................6
H.ASUHAN KEPERAWATAN
.........................................................................7
BAB III. PENUTUP
A. KESIMPULAN………………………………………………………………..10
B. SARAN
………………………………………………………………………..10
KATA PENGANTAR
Pertama-pertama, Kami mengucap
Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas bimbingan dan penyertaan serta
berkat dan rahmat yang telah diberikan kepada Kami sehingga Kami KELOMPOK 3
dapat menyelesaikan Tugas Makalah Keperawatan Medikal Bedah III yang berjudul :
“ASKEP REUMATOID ARTRITIS , dengan baik. Kelompok Kami menyadari
bahwa tugas yang Kami buat belum sepenuhnya sempurna dan tak luput dari
kekurangan. Oleh karena itu, kami
senantiasa mengharapkan kritikan,masukan,dan saran dari para pembaca khususnya
dari Dosen Mata Kuliah KMB III ini agar
dapat menyempurnakan dan menutupi kekurangan tugas ini.
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perubahan – perubahan akan terjadi pada tubuh
manusia sejalan dengan makin meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal
kehidupan hingga usia lanjut pada semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan
demikian itu tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal dan jaringan lain
yang ada kaitannya dengan kemungkinan timbulnya beberapa golongan reumatik.
Salah satu golongan penyakit reumatik yang sering menyertai usia lanjut yang
menimbulkan gangguan muskuloskeletal terutama adalah reumatoid artritis.
Kejadian penyakit tersebut akan makin meningkat sejalan dengan meningkatnya
usia manusia.
Menguntip
pendapat Sjamsuhidajat (1997), artritis reumatoid merupakan penyakit autoimun
dari jaringan ikat terutama sinovial dan kausanya multifaktor. Penyakit ini
ditemukan pada semua sendi dan sarung sendi tendon, tetapi paling sering di
tangan. Selain menyerang sendi tangan, dapat pula menyerang sendi siku, kaki,
pergelangan kaki dan lutut. Artritis kronik yang terjadi pada anak yang
menyerang satu sendi atau lebih, dikenal dengan artitis reumatoid juvenil.
Biasanya
reumatoid artritis timbul
secara sistemik. Gejala yang timbul berupa nodul subkutan yang terlihat pada
30% penderita. Nodul sering terdapat di ekstremitas atas dan tampak sebagai
vaskulitis reumatoid, yang merupakan manisfestasi ekstraartikuler. Bila
penyakit ini terjadi bukan pada sendi, seperti bursa, sarung tendon, dan lokasi
lainnya dinamakan reumatoid ektraarikuler.
Reumatik bukan merupakan suatu penyakit, tapi
merupakan suatu sindrom dan golongan penyakit yang menampilkan perwujudan
sindroma reumatik cukup banyak, namun semuanya menunjukkan adanya persamaan
ciri. Menurut kesepakatan para ahli di bidang rematologi, reumatik dapat
terungkap sebagai keluhan atau tanda. Dari kesepakatan, dinyatakan ada tiga
keluhan utama pada sistem muskuloskeletal yaitu: nyeri, kekakuan (rasa kaku)
dan kelemahan, serta adanya tiga tanda utama yaitu: pembengkakan sendi.,
kelemahan otot, dan gangguan gerak. (Soenarto, 1982).
Reumatik dapat terjadi pada semua umur dari
kanak – kanak sampai usia lanjut, atau sebagai kelanjutan sebelum usia lanjut. Pucak dari reumatoid artritis terjadi pada umur dekade keempat, dan penyakit ini
terdapat pada wanita 3 kali lebih sering dari pada laki- laki. Terdapat insiden
familial ( HLA DR-4 ditemukan pada 70% pasien ). Untuk itu akan dibahas lebih
lanjut pada makalah tentang asuhan keperawatan pada klien dengan reumatoid
artritis.
B. Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian reumatoid artritis.
2.
Untuk
mengetahui etiologi reumatoid artritis.
3.
Untuk
mengetahui manisfestasi klinis reumatoid artritis.
4.
Untuk
mengetahui patofisiologi reumatoid artritis.
5.
Untuk
mengetahui komplikasi reumatoid artritis.
6.
Untuk
mengetahui pemeriksaan penunjang reumatoid artritis.
7.
Untuk
mengetahui penatalaksanaan/pengobatan reumatoid artritis.
8.
Untuk
menjabarkan Asuhan Keperawatan pada klien dengan reumatoid artritis.
BAB
II
PEMBAHASAN
GAMBARAN
UMUM ANATOMI FISIOLOGI
A. PERSENDIAN
Klasifikasi struktural
persendian
1.
Persendian
fibrosa
2.
Persendian
kartilago
3.
Persendian
sinovial
Klasifikasi fungsional persendian
1.
Sendi
sinartrosis atau sendi mati.
2.
Sendi
amfiartrosis adalah sendi dengan pergerakan terbatas
3.
Sendi
diartrosis adalah sendi yang dapat bergerak bebas
B.
ARTRITIS
Artritis adalah sebutan umum
untuk semua jenis penyakit persendian yang ditandai dengan nyeri, pembengkakan, dan peradangan. (Sloane.2003;113,116)
KONSEP DASAR REUMATOID ARTRITIS
A. DEFENISI
REUMATOID ARTRITIS
1.
Reumatoid
Artritis(RA) adalah kelainan
inflamasi yang terutama mengenai membran sinovial dari persendian dan umumnya
ditandai dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan.
(Brunner & Suddarth.2000;49)
2. RA adalah suatu penyakit
inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis pogresif dan
melibatkan seluruh organ tubuh. (Mansjoer.1999;536)
3.
RA
adalah gangguan kronik yag menyerang
berbagai sistem organ.
(Price.2005;1385)
4. RA adalah suatu penyakit sistemik
yang menyerang jaringan ikat dengan inflamasi persendian sebagaimanifestasi
utama. (Sloane.2003;116)
Dari beberapa
pengertian diatas, kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa penyakiyt RA adalah peradangan yang mengenai membrane synovial yang ditandai dengan nyeri persendian, kaku
sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan.
B. ETIOLOGI
Penyebab
RA tidak diketahui secara pasti ,namun ada beberapa factor yang
mendukung yaitu :
Faktor genetik, lingkungan, hormon, imunologi,dan faktor-faktor infeksi
merupakan peranan penting. Sementara itu factor social ekonomi, psikologis, dan
gaya hidup mempengaruhi progresivitas dari penyakit.
(Zairin.2014;203)
C.
PATOFISIOLOGI
Patogenesis RA dimulai
dengan terdapatnya suatu antigen yang berada pada membrane synovial. Pada
membrane synovial ini antigen tersebut akan di proses oleh antigen cells.
Pengendapan kompleks imun juga menyebabkan masuknya sel T ke dalam membrane
synovial dan akan merangsang terbentuknya panus yang merupakan lumen yang
paling bersifat destruktif pada
pathogenesis RA. Panus dapat menginfasi jaringan kolagen dan proteoglikan rawan sendi serta tulang sehingga dapat
menghancurkan struktur persendian. Jika proses pembentukan panus ini tidak
terhenti akan menyebabkan terjadinya ankiolisis. Kerusakan kartilago dan tulang
dapat menyebabkan tendon dan ligament menjadi lemah dan bisa menimbulkan
dislokasi pada sendi dan akhirnya menyebabkan RA.
(Sudoyo.2006;1174-1175)
D. MANIFESTASI KLINIK
1. Kekakuan terutama di pagi hari
2. Artritis pada 3 daerah persendian atau
lebih
3. Nyeri sendi, bengkak, hangat dan eriterna
4.
Arthritis simetris
5. Nodul rheumatoid
6. Terdapat perubahan gambaran radiologis
7. Palpitasi persendian menunjukan jaringan
spon atau boggi.
(Sudoyo.2006;1178)
E.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Tes factor reuma
2. protein c-reaktif
biasanya positif
3. LED meningkat
4. Leukosit normal atau
meningkat sedikit
5. Anemia normositik
lupokrom akibat adanya inflamasi kronik
6. Trombosit meningkat
(Mansjoer.1999;537)
F.
PENATALAKSANAAN
1. Nonfarmakologis
a. Pendidikan
kesehatan
b. Fisioterapi
dan terapi fisik
c. Terapi
okupasi
d. Tindakan
ortopedi. (Zairin.2014;209-210)
2. Farmakologis
a. Terapi
DMARD(Disease Modifying Antireumatoid Drugs)
b. Pemberian
OAINS (Obat Antiinflamasi Nonsteroid)
c. Pembedahan
. ( Mansjoer.1999;538-539)
G. KOMPLIKASI
Kelainan
system pencernaan yang sering dijumpai adalah gastritis dan ulkus peptic. Pada
umumnya berhubungan dengan mielopati akibat ketidakstabilan vertebra servikal
dan neuropati iskemik akibat vaskulitis.(Mansjoer.1999;537)
PROSES
KEPERAWATAN REUMATOID ARTRITIS
A.PENGKAJIAN
1.Riwayat keperawatan
Kaji identitas klien meliputi
nama,umur,jenis kelamin,status perkawinan
agama,suku/bangsa,pendidikan,pekerjaan,pendapatan,dan alamat.Identitas
penanggung jawab meliputi nama,umur,jenis kelamin,status perkawinan,agama suku
bangsa,pendidikan,pekerjaan,pendapatan,hubungan dengan klien dengan alamat.
Pada anamnesis didapatkan adanya
keluhan sakit dan kekakuan pada tangan,atau pada tungkai dan perasaan tidak
nyaman dalam beberapa waktu sebelum merasakan adanya perubahan pada sendi.
2. Pemeriksaan fisik
a.Inspeksi dan palpasi persendian untuk
masing-masing sisi,amati warna
kulit,ukuran,lembut tidaknya kulit dan
pembengkakan.
b.Kaji citra diri pasien yang berhubungan dengan
perubahan muskuloskletal
dan tetapkan apakah pasien mengalami kelelahan
yang tidak lazim,
kelemahan
umum, nyeri, kaku pada pagi hari, demam atau anoreksia
c.Kaji sistem
kardiovaskuler,pulmonal dan renal.
d.Kaji persendian dengan pengamatan, palpitasi dan penyelidikan adanya
nyeri tekan,bengkak,dan kemerahan pada sendi yang
terkena.
e.Kaji mobilitas sendi,batasan
gerak,dan kekuatan otot.
f.Fokuskan pada
pengidentifikasian masalah dan faktor-faktor pasien
g.kaji kepatuhan terhadap pengobatan dan
penatalaksanaan diri
h.kumpulkan informasi mengenai pemahaman pasien, motivasi, pengetahuan,
kemampuan,koping,
dan ketakutan
pengalaman masa lalu.
3. Riwayat psikososial
Pasien dengan RA mungkin
merasakan adanya kecemasan yang cukup tinggi.Perawat dapat melakukan pengkajian
terhadap konsep diri klien khususnya aspek body image dan harga diri klien
serta hubungannya
dengan orang lain.
B.DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.
Nyeri
yang berhubungan dengan inflamasi,kerusakan jaringan dan imobilitas sendi
2.
Keletihan
yang berhubungan dengan peningkatan aktivitas penyakit
3.
Kerusakan
imobilitas fisik yang berhubungan dengan keterbatasan gerakan sendi
4.
Devisit
perawatan diri yang berhubungan dengan keletihan dan kekakuan sendi
5.
Gangguan
pola tidur yang berhubungn dengan nyeri dan keletihan
6.
Gangguan
konsep diri yang berhubungan dengan ketergantungan fisik dan psikologis dari
penyakit kronis dan kehilangan kebebasan
C.INTERVENSI KEPERAWATAN
Tujuan : setelah
dilakukan tindakan keperawatan,pasien dapat menghilangkan nyeri dan rasa tidak
nyaman, menurunkan
keletihan, meningkatkan
mobilitas, pencapaian suatu tingkat kemandirian individu yang optimal
untuk aktivitas kehidupan sehari-hari, meningkatkan
kualitas tidur, meningkatkan
pengetahuan mengenai penatalaksanaan diri dan pencapaian konsep diri yang
positif.
INTERVENSI
DX 1. MENGHILANGKAN NYERI DAN RASA TIDAK NYAMAN :
1)
Tanyakan
pasien dengan hati-hati
Rasional : Untuk membedakan nyeri dengan
kekakuan
2)
Ajarkan
dan lakukan teknik-teknik penatalaksanaan nyeri
Rasional : untuk
penatalaksanaan jangka pendek segera (misalnya gunakan kompres panas, kompres
dingin, dan istrahat)
3)
Ajarkan
tentang penatalaksanaan nyeri jangka panjang (misalnya penggunaan obat-obatan
antiinflamasi)
Rasional
: untuk
mempertahankan mobilitas sendi dan teknik-teknik relaksasi
4)
Berikan
tindakan yang menghasilkan rasa nyaman ketika memberikan perawatan
Rasional :
untuk menghindari trauma
DX
II. MENGURANGI KELETIHAN
1.
Ajarkan
pasien tentang faktor-faktor fisik dan emosional dari RA
Rasional : faktor-faktor fisik dan emosional
yang berlebihan dapat menunjang
keletihan
2.
Ajarkan
pasien bagaimana cara menggunakan tingkat keletihan
Rasional : untuk memantau penyakit dan
kesinambungan aktivitas fisik yang
sesuai
DX III . MENNGKATKAN MOBILITAS DAN
KEMANDIRIAN DALAM
AKTIVITAS
PERAWATAN DIRI
1.
Pahami
deformitas tidak sama dengan ketidakmampuan dari kemampuan pasien untuk melakukan perawatan diri
Rasional
: menghindari salah
persepsi
2.
Hilangkan
nyeri menetap dan kekakuan pada pada hari
Rasional : untuk
meningkatkan kemampuan mobilitas dan perawatan
diri pasien
DX IV .MENINGKATKAN KULITAS TIDUR
1. Idintifikasi penyebab masalah
tidur
Rasional : untuk menentukan tindakan selanjutnya
2.
Sesuaikan
waktu pemberian antiinflamasi
Rasional :
menghindari salah pemberian obat
DX V .MENINGKATKAN PENGETAHUAN
MENGENAI PENATALAKSANAAN PENYAKIT
1. Kaitkan penyuluhan dengan dasar
pengetahuan pasien terdahulu Rasional
: untuk mengetahui
tingkat minat,tingkat rasa nyaman dan keterlibatan sosial atau budaya
2.
Instruksikan
pasien pada penatalaksanaan penyakit dasar
Rasional : Obat-obatan, dan adaptasi penting
dalam gaya hidup
3.
Beri
semangat pada pasien dan keluarga
Rasional : Untuk melakukan ketrampilan
penatalaksanaan diri yang baru
DX VI .MENINGKATKAN KONSEP DIRI
1.
Coba
untuk memahami reaksi emosional pasien terhadap penyakit
Rasional : Untuk
menentukan tindakan selanjutnya
2.
Beri
semangat untuk melakukan komunikasi
Rasional : Pasien dengan keluarga dapat mengungkapkan perasaan, presepsi,
ketakutannya, yang berhubungan dengan penyakit
3. Beri dukungan pada pasien dan
keluarga untuk patuh pada program
penatalaksanaan
Rasional : Memungkinkan
untuk mencapai hasil yang lebih positif.
(Brunner;2000:50-55)
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Reumatoid artritis adalah suatu
penyakit inflamasi sistemik kronik
dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ
tubuh.
Tanda dan gejalanya dapat berupa
sakit persendian,kaku trauma pada pagi hari,artritis pada tiga daerah,artritis
pada persendian tangan dan terdapat perubahan gambaran radiologi yang khas pada
pemeriksaan rontgen.
Apabila kondisi memburuk akan
terjadi komplikasi dimana ditemukan kelainan system pencernaan
yang sering
dijumpai adalah gastritis dan ulkus peptic. Pada
umumnya berhubungan dengan mielopati akibat ketidakstabilan vertebra servikal
dan neuropati iskemik akibat vaskulitis.
Penatalaksanaan pada pasie RA
dapat berupa istrahat dan pemberian obat-obatan serta pendidikan kesehatan
sehingga terjalin hubungan yang baik dalam ketaatan pasien untuk tetap berobat
dimana tujuannya untuk melindungi kualitas hidup pasien.
B. SARAN
Sebagai seorang mahasiswa
hendaknya banyak membaca referensi-refrensi tentang RA untuk menambah wawasan dan
pengetahuan, tujuannya sebagai
informasi dasar untuk mengenal rheumatoid artritis dan pemberian asuhan keperawatan pada
pasien dengan rheumatoid artritis.
DAFTAR
PUSTAKA
Aru,sudoyo.dkk. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid II edisi IV. Jakarta:
fakultas kedokteran UI
Arif
. 2011. Buku saku gangguan muskuloskletal
aplikasi pada praktik klinik keperawatan. Jakarta:EGC
Brunner
dan sudarth.2000. Buku saku keperawatan
medikal bedah. Jakarta:EGC
Mansjoer,arif,dkk.1999.
Kapita selekta kedokteran edisi III jilid
I. Jakarta:media aesculapius
Slome.2003.Anatomi fisiologi untuk pemula.
Jakarta:EGC
Sylvia,
Price. 2005.Patofisiologi konsep klinis
proses-proses penyakit vol 2 edisi 6. Jakarta:EGC
Zairin.2014;Buku
ajar muskuluskletal;jakarta selemba medika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar