Minggu, 14 Agustus 2016

Ilmukeperawatan: ReumatoidArtritis



TUGAS KMB III
REUMATOID ARTRITIS
OLEH :  KELOMPOK  III
1.      CINTYA P. RIWU
2.      CINTYA W J. THINE
3.      DELSY F D. DETHAN
4.      EMILYA S.KELLEN
5.      INGGIT . ALNABE
6.      IVANSIUS .TENGA
7.      KRISTRISON . KAELUSU
8.      LINDA P.Chr NUBAN
9.      MARIANCE . DJOLAWANG
10.  NUANTI M.TALOIM
11.  SARISMA N. WABANG
12.  THERESIA N. MBATU
13.  VERRA . MUTISANNY

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NUSANTARA
KUPANG



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................i
BAB 1. PENDAHULUAN..............................................................................................ii
            A.LATAR BELAKANG ....................................................................................1
            B.TUJUAN ..........................................................................................................2
BAB II.ISI
            A.DEFENISI .......................................................................................................3
            B.ETIOLOGI ......................................................................................................4
            C.TANDA DAN GEJALA ..................................................................................4
            D.PATOFISIOLOGI ...........................................................................................4
            E.PEMERIKSAAN PENUNJANG /DIAGNOSTIK ........................................5
            F.PENATALAKSANAAN ..................................................................................5
            G.KOMPLIKASI .................................................................................................6
            H.ASUHAN KEPERAWATAN .........................................................................7
BAB III. PENUTUP
A. KESIMPULAN………………………………………………………………..10
B.  SARAN ………………………………………………………………………..10








KATA PENGANTAR
Pertama-pertama, Kami mengucap Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas bimbingan dan penyertaan serta berkat dan rahmat yang telah diberikan kepada Kami sehingga Kami KELOMPOK 3 dapat menyelesaikan Tugas Makalah Keperawatan Medikal Bedah III yang berjudul : “ASKEP REUMATOID ARTRITIS , dengan baik. Kelompok Kami menyadari bahwa tugas yang Kami buat belum sepenuhnya sempurna dan tak luput dari kekurangan. Oleh karena  itu, kami senantiasa mengharapkan kritikan,masukan,dan saran dari para pembaca khususnya dari Dosen  Mata Kuliah KMB III ini agar dapat menyempurnakan dan menutupi kekurangan tugas ini.
Penyusun





















BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Perubahan – perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan makin meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut pada semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan demikian itu tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal dan jaringan lain yang ada kaitannya dengan kemungkinan timbulnya beberapa golongan reumatik. Salah satu golongan penyakit reumatik yang sering menyertai usia lanjut yang menimbulkan gangguan muskuloskeletal terutama adalah reumatoid artritis. Kejadian penyakit tersebut akan makin meningkat sejalan dengan meningkatnya usia manusia.
Menguntip pendapat Sjamsuhidajat (1997), artritis reumatoid merupakan penyakit autoimun dari jaringan ikat terutama sinovial dan kausanya multifaktor. Penyakit ini ditemukan pada semua sendi dan sarung sendi tendon, tetapi paling sering di tangan. Selain menyerang sendi tangan, dapat pula menyerang sendi siku, kaki, pergelangan kaki dan lutut. Artritis kronik yang terjadi pada anak yang menyerang satu sendi atau lebih, dikenal dengan artitis reumatoid juvenil.
Biasanya reumatoid artritis timbul secara sistemik. Gejala yang timbul berupa nodul subkutan yang terlihat pada 30% penderita. Nodul sering terdapat di ekstremitas atas dan tampak sebagai vaskulitis reumatoid, yang merupakan manisfestasi ekstraartikuler. Bila penyakit ini terjadi bukan pada sendi, seperti bursa, sarung tendon, dan lokasi lainnya dinamakan reumatoid ektraarikuler.
Reumatik bukan merupakan suatu penyakit, tapi merupakan suatu sindrom dan golongan penyakit yang menampilkan perwujudan sindroma reumatik cukup banyak, namun semuanya menunjukkan adanya persamaan ciri. Menurut kesepakatan para ahli di bidang rematologi, reumatik dapat terungkap sebagai keluhan atau tanda. Dari kesepakatan, dinyatakan ada tiga keluhan utama pada sistem muskuloskeletal yaitu: nyeri, kekakuan (rasa kaku) dan kelemahan, serta adanya tiga tanda utama yaitu: pembengkakan sendi., kelemahan otot, dan gangguan gerak. (Soenarto, 1982).
Reumatik dapat terjadi pada semua umur dari kanak – kanak sampai usia lanjut, atau sebagai kelanjutan sebelum usia lanjut. Pucak dari reumatoid artritis terjadi pada umur dekade keempat, dan penyakit ini terdapat pada wanita 3 kali lebih sering dari pada laki- laki. Terdapat insiden familial ( HLA DR-4 ditemukan pada 70% pasien ). Untuk itu akan dibahas lebih lanjut pada makalah tentang asuhan keperawatan pada klien dengan reumatoid artritis.


B.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian reumatoid artritis.
2.      Untuk mengetahui etiologi reumatoid artritis.
3.      Untuk mengetahui manisfestasi klinis reumatoid artritis.
4.      Untuk mengetahui patofisiologi reumatoid artritis.
5.      Untuk mengetahui komplikasi reumatoid artritis.
6.      Untuk mengetahui pemeriksaan penunjang reumatoid artritis.
7.      Untuk mengetahui penatalaksanaan/pengobatan reumatoid artritis.
8.      Untuk menjabarkan Asuhan Keperawatan pada klien dengan reumatoid artritis.
























BAB II
PEMBAHASAN
 GAMBARAN UMUM ANATOMI FISIOLOGI
      A. PERSENDIAN
                  Klasifikasi struktural persendian
1.      Persendian fibrosa
2.      Persendian kartilago
3.      Persendian sinovial
Klasifikasi fungsional persendian
1.      Sendi sinartrosis atau sendi mati.
2.      Sendi amfiartrosis adalah sendi dengan pergerakan terbatas
3.      Sendi diartrosis adalah sendi yang dapat bergerak bebas
B. ARTRITIS
Artritis adalah sebutan umum untuk semua jenis penyakit persendian yang ditandai dengan  nyeri, pembengkakan, dan peradangan. (Sloane.2003;113,116)
KONSEP DASAR REUMATOID ARTRITIS
A.  DEFENISI REUMATOID ARTRITIS
1.      Reumatoid Artritis(RA) adalah kelainan inflamasi yang terutama mengenai membran sinovial dari persendian dan umumnya ditandai dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan.
 (Brunner & Suddarth.2000;49)
2.      RA adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis pogresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. (Mansjoer.1999;536)
3.      RA adalah gangguan kronik  yag menyerang berbagai sistem organ.
(Price.2005;1385)

4.      RA adalah suatu penyakit sistemik yang menyerang jaringan ikat dengan inflamasi persendian sebagaimanifestasi utama. (Sloane.2003;116)

Dari beberapa pengertian diatas, kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa penyakiyt RA adalah peradangan yang mengenai membrane synovial yang ditandai dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan.
B. ETIOLOGI
Penyebab RA tidak diketahui secara pasti ,namun ada beberapa factor yang mendukung yaitu : Faktor genetik, lingkungan, hormon, imunologi,dan faktor-faktor infeksi merupakan peranan penting. Sementara itu factor social ekonomi, psikologis, dan gaya hidup mempengaruhi progresivitas dari penyakit.
                        (Zairin.2014;203)

C. PATOFISIOLOGI
Patogenesis RA dimulai dengan terdapatnya suatu antigen yang berada pada membrane synovial. Pada membrane synovial ini antigen tersebut akan di proses oleh antigen cells. Pengendapan kompleks imun juga menyebabkan masuknya sel T ke dalam membrane synovial dan akan merangsang terbentuknya panus yang merupakan lumen yang paling bersifat  destruktif pada pathogenesis RA. Panus dapat menginfasi jaringan kolagen dan proteoglikan  rawan sendi serta tulang sehingga dapat menghancurkan struktur persendian. Jika proses pembentukan panus ini tidak terhenti akan menyebabkan terjadinya ankiolisis. Kerusakan kartilago dan tulang dapat menyebabkan tendon dan ligament menjadi lemah dan bisa menimbulkan dislokasi pada sendi dan akhirnya menyebabkan RA. 
(Sudoyo.2006;1174-1175)

D. MANIFESTASI KLINIK
                        1. Kekakuan terutama di pagi hari
                        2. Artritis pada 3 daerah persendian atau lebih
                        3. Nyeri sendi, bengkak, hangat dan eriterna
                        4. Arthritis simetris
                        5. Nodul rheumatoid
                        6. Terdapat perubahan  gambaran radiologis
                        7. Palpitasi persendian menunjukan jaringan spon atau boggi.
                                    (Sudoyo.2006;1178)

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
                        1. Tes factor reuma
                        2. protein c-reaktif biasanya positif
                        3. LED meningkat
                        4. Leukosit normal atau meningkat sedikit
                        5. Anemia normositik lupokrom akibat adanya inflamasi kronik
                        6. Trombosit meningkat          
                                    (Mansjoer.1999;537)

F. PENATALAKSANAAN
                        1. Nonfarmakologis
a.       Pendidikan kesehatan
b.      Fisioterapi dan terapi fisik
c.       Terapi okupasi
d.      Tindakan ortopedi. (Zairin.2014;209-210)

2. Farmakologis
a.       Terapi DMARD(Disease Modifying Antireumatoid Drugs)
b.      Pemberian OAINS (Obat Antiinflamasi Nonsteroid)
c.       Pembedahan .  ( Mansjoer.1999;538-539)



G. KOMPLIKASI
Kelainan system pencernaan yang sering dijumpai adalah gastritis dan ulkus peptic. Pada umumnya berhubungan dengan mielopati akibat ketidakstabilan vertebra servikal dan neuropati iskemik akibat vaskulitis.(Mansjoer.1999;537)

PROSES KEPERAWATAN REUMATOID ARTRITIS
A.PENGKAJIAN
1.Riwayat keperawatan
Kaji identitas klien meliputi nama,umur,jenis kelamin,status perkawinan agama,suku/bangsa,pendidikan,pekerjaan,pendapatan,dan alamat.Identitas penanggung jawab meliputi nama,umur,jenis kelamin,status perkawinan,agama suku bangsa,pendidikan,pekerjaan,pendapatan,hubungan dengan klien dengan alamat.
Pada anamnesis didapatkan adanya keluhan sakit dan kekakuan pada tangan,atau pada tungkai dan perasaan tidak nyaman dalam beberapa waktu sebelum merasakan adanya perubahan pada sendi.
2. Pemeriksaan fisik
a.Inspeksi dan palpasi persendian untuk masing-masing sisi,amati warna
   kulit,ukuran,lembut tidaknya kulit dan pembengkakan.
b.Kaji citra diri pasien yang berhubungan dengan perubahan muskuloskletal
   dan tetapkan apakah pasien mengalami kelelahan yang tidak lazim, 
   kelemahan umum, nyeri, kaku pada pagi hari, demam atau anoreksia
c.Kaji sistem kardiovaskuler,pulmonal dan renal.
d.Kaji persendian dengan pengamatan, palpitasi dan penyelidikan adanya  
    nyeri   tekan,bengkak,dan kemerahan pada sendi yang terkena.
e.Kaji mobilitas sendi,batasan gerak,dan kekuatan otot.
f.Fokuskan pada pengidentifikasian masalah dan faktor-faktor pasien
g.kaji kepatuhan terhadap pengobatan dan penatalaksanaan diri
h.kumpulkan informasi mengenai pemahaman pasien, motivasi, pengetahuan,   
   kemampuan,koping, dan ketakutan pengalaman masa lalu.
3. Riwayat psikososial
Pasien dengan RA mungkin merasakan adanya kecemasan yang cukup tinggi.Perawat dapat melakukan pengkajian terhadap konsep diri klien khususnya aspek body image dan harga diri klien serta hubungannya dengan orang lain.
B.DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Nyeri yang berhubungan dengan inflamasi,kerusakan jaringan dan imobilitas sendi
2.      Keletihan yang berhubungan dengan peningkatan aktivitas penyakit
3.      Kerusakan imobilitas fisik yang berhubungan dengan keterbatasan gerakan sendi
4.      Devisit perawatan diri yang berhubungan dengan keletihan dan kekakuan sendi
5.      Gangguan pola tidur yang berhubungn dengan nyeri dan keletihan
6.      Gangguan konsep diri yang berhubungan dengan ketergantungan fisik dan psikologis dari penyakit kronis dan kehilangan kebebasan
C.INTERVENSI KEPERAWATAN
           
Tujuan  : setelah dilakukan tindakan keperawatan,pasien dapat menghilangkan nyeri dan rasa tidak nyaman, menurunkan keletihan, meningkatkan mobilitas, pencapaian suatu tingkat kemandirian individu yang optimal untuk aktivitas kehidupan sehari-hari, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan pengetahuan mengenai penatalaksanaan diri dan pencapaian konsep diri yang positif.
            INTERVENSI
DX 1.  MENGHILANGKAN  NYERI  DAN RASA TIDAK NYAMAN :
1)      Tanyakan pasien dengan hati-hati
Rasional : Untuk membedakan nyeri dengan kekakuan
2)      Ajarkan dan lakukan teknik-teknik penatalaksanaan nyeri
Rasional :  untuk penatalaksanaan jangka pendek segera (misalnya gunakan kompres panas, kompres dingin, dan istrahat)
3)      Ajarkan tentang penatalaksanaan nyeri jangka panjang (misalnya penggunaan obat-obatan antiinflamasi)
Rasional : untuk mempertahankan mobilitas sendi dan teknik-teknik  relaksasi
4)      Berikan tindakan yang menghasilkan rasa nyaman ketika memberikan perawatan
Rasional : untuk menghindari trauma
DX II.  MENGURANGI  KELETIHAN
1.      Ajarkan pasien tentang faktor-faktor fisik dan emosional dari RA
Rasional : faktor-faktor fisik dan emosional yang berlebihan dapat   menunjang keletihan
2.      Ajarkan pasien bagaimana cara menggunakan tingkat keletihan
Rasional : untuk memantau penyakit dan kesinambungan aktivitas fisik  yang sesuai
DX III . MENNGKATKAN MOBILITAS DAN KEMANDIRIAN DALAM
    AKTIVITAS PERAWATAN DIRI
1.      Pahami deformitas tidak sama dengan ketidakmampuan dari   kemampuan  pasien untuk melakukan perawatan diri
Rasional : menghindari salah persepsi
2.      Hilangkan nyeri menetap dan kekakuan pada pada hari
Rasional : untuk meningkatkan kemampuan mobilitas dan perawatan  diri  pasien
DX IV .MENINGKATKAN KULITAS TIDUR
1.      Idintifikasi penyebab masalah tidur
      Rasional : untuk menentukan tindakan selanjutnya
2.      Sesuaikan waktu pemberian antiinflamasi
      Rasional : menghindari salah pemberian obat
DX V .MENINGKATKAN PENGETAHUAN MENGENAI PENATALAKSANAAN PENYAKIT
1.      Kaitkan penyuluhan dengan dasar pengetahuan pasien terdahulu             Rasional : untuk mengetahui tingkat minat,tingkat rasa nyaman dan  keterlibatan sosial atau budaya
2.      Instruksikan pasien pada penatalaksanaan penyakit dasar
Rasional : Obat-obatan, dan adaptasi penting dalam gaya hidup
3.      Beri semangat pada pasien dan keluarga
Rasional : Untuk melakukan ketrampilan penatalaksanaan diri yang baru
                        DX VI .MENINGKATKAN KONSEP DIRI
1.      Coba untuk memahami reaksi emosional pasien terhadap penyakit
      Rasional : Untuk menentukan tindakan selanjutnya
2.      Beri semangat untuk melakukan komunikasi
Rasional : Pasien dengan keluarga dapat mengungkapkan perasaan, presepsi, ketakutannya, yang berhubungan dengan penyakit
3.      Beri dukungan pada pasien dan keluarga untuk patuh pada program  penatalaksanaan
Rasional : Memungkinkan untuk mencapai hasil yang lebih  positif.
(Brunner;2000:50-55)















BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Reumatoid artritis adalah suatu penyakit inflamasi sistemik  kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh.
Tanda dan gejalanya dapat berupa sakit persendian,kaku trauma pada pagi hari,artritis pada tiga daerah,artritis pada persendian tangan dan terdapat perubahan gambaran radiologi yang khas pada pemeriksaan rontgen.
Apabila kondisi memburuk akan terjadi komplikasi dimana ditemukan kelainan system pencernaan yang sering dijumpai adalah gastritis dan ulkus peptic. Pada umumnya berhubungan dengan mielopati akibat ketidakstabilan vertebra servikal dan neuropati iskemik akibat vaskulitis.      
Penatalaksanaan pada pasie RA dapat berupa istrahat dan pemberian obat-obatan serta pendidikan kesehatan sehingga terjalin hubungan yang baik dalam ketaatan pasien untuk tetap berobat dimana tujuannya untuk melindungi kualitas hidup pasien.
B.     SARAN
Sebagai seorang mahasiswa hendaknya banyak membaca referensi-refrensi tentang RA untuk menambah wawasan dan pengetahuan, tujuannya sebagai informasi dasar untuk mengenal rheumatoid  artritis dan pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan rheumatoid  artritis.









DAFTAR PUSTAKA
Aru,sudoyo.dkk. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid II edisi IV. Jakarta: fakultas kedokteran UI
Arif . 2011. Buku saku gangguan muskuloskletal aplikasi pada praktik klinik keperawatan. Jakarta:EGC
Brunner dan sudarth.2000. Buku saku keperawatan medikal bedah. Jakarta:EGC
Mansjoer,arif,dkk.1999. Kapita selekta kedokteran edisi III jilid I. Jakarta:media aesculapius
Slome.2003.Anatomi fisiologi untuk pemula. Jakarta:EGC
Sylvia, Price. 2005.Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit vol 2 edisi 6. Jakarta:EGC
Zairin.2014;Buku ajar muskuluskletal;jakarta selemba medika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar